Wed. Nov 25th, 2020

Sosialisasi Perda, Soni Ajak Pemuda Perangi Narkoba

2 min read

WAYKANAN.JARRAKPOSLAMPUNG – Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Soni Setiawan menyebutkan bahwa Lampung masuk dalam zona bahaya penyalahgunaan Narkoba.

Bahkan, kata Soni, Lampung menempati posisi ke 10 terkait penyalahgunaan Narkoba dari 34 provinsi di Indonesia. Saat ini, tambahnya, dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) jumalah masyarakat Lampung yang mengkonsumsi barang haram itu mencapai 39 ribu orang.

“Ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tugas kita semua, terutama kaum muda untuk memeranginya,” kata mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu dalam orasinya saat mensosialisasikan Perda Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya di Aula STIT Alhikmah, Pisangbaru, Bumi Agung, Waykanan, Minggu (26/01/2020).

Lampung, lanjutnya, bukan hanya sebagai tempat transit peredaran narkoba. Tetapi, sudah menjadi daerah pemasaran yang sangat potensial. Hal tersebut terbukti dari beberapa kasusu yang diungkap aparat adalah kasus narkoba dalam jumlah yang sangat besar.

“Lampung sudah menjadi target para bandar besar. Jangan sampai kita melakukan pembiaran. Kita harus lawan! jangan beri ruang bagi mereka (Bandar Narkoba). Laporkan jika masyarakat mengetahui informasi tentang predaran Narkoba,” tuturnya.

Pemerintah, lanjut Soni, telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Lahirnya Perda tersebut, jelas dia, sebagai komitmen Pemerintah dalam upaya melindungi masyarakat terutama generasi muda dari bahaya Narkoba.

“Tentu tidak satu pun dari kita yang ingin bangsa ini hancur. Nah, itu sebabnya jangan sesekali mendekati Narkoba. Pemuda adalah penerus bangsa ini, jika pemuda rusak karena Narkoba, maka hancurlah bangsa ini,” tuturnya.

Dari pantauan, sedikitnya 100 mahasiswa mengikuti Sosperda yang juga mengadirkan Danramil setempat, Masduki Pelda, Kapolsek, AKP Singgih Widada dan Akademisi yang juga Ketua Yayasan STIT Alhikmah, H Ali Murtadlo, SHI., MPdI.

Dikatahui, dari hasil rapim DPRD Lampung, disepakati bahwa di penghujung Januari 2020, 85 anggota DPRD setempat akan sosialisasi tentang narkoba dan psikotropika.

Ketua DPRD Lampung, Ningrum Gumai mengatakan, Sosperda tersebut wajib dilaksanakan oleh seluruh anggota DPRD Lampung. (tim)

Editor : arie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.