Sat. Nov 21st, 2020

Soal Mahasiswa Lampung di Cina, Arinal : Kita Pasrahkan ke Pusat

2 min read

Diskes Tetap Harus Cek!

JARRAKPOSLAMPUNG – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi menyerahkan penanganan WNI termasuk yang berasal dari Lampung, sedang dikarantina di Natuna kepada pemerintah pusat.

“Indonesia ini terstruktur perintahnya. Dari pemerintah pusat kemudian ke daerah. Untuk itu, apa yang sedang ditangani oleh pemerintah pusat, kita ikut saja. Kendati demikian, kita juga bekerja,” kata Arinal, di Cafe Woodstar, Senin (03/02/2020).

Saat ini, lanjut Arinal, yang terpenting adalah mengawasi kemungkinan ada yang terinfeksi dan akan masuk ke Lampung. Kita perlu mengamankan tempat-tempat jalur masuk virus corona,” tuturnya.

Pemerintahan di Indonesia, jelas dia, memiliki hirarki berjenjang, dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Sehingga, pihaknya pun menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat.

Meski begitu, tambahnya, pihaknya memerintahkan Kadis Kesehatan (Kadiskes) setempat untuk mengecek mahasiswa yang belum pulang dari Tiongkok ke Lampung dan yang sedang berada di Natuna.

“Ya, Diskes dan instansi terkait tolong tindaklanjuti,” tegasnya.

Dinas Kesehatan, kata dia, harus proaktif soal pemberitaan virus corona tersebut. Juga mengecek warga Lampung yang dipulangkan dari Tiongkok melalui Natuna yang saat ini sedang dalam observasi selama 14 hari.

“Jadi kita bukan konsekuensi negatifnya yang kita lihat. Tapi karena mereka ini 14 hari berada di sana (Natuna). Karena pada waktunya akan kembali ke daerahnya masing-masing,” tandasnya.

Sementara, Komisi V DPRD Lampung melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek guna memastikan kesiapan rumah sakit plat merah tersebut terkait penanganan jika diyrmukan suspect corona.

Kadiskes Lampung, Reihana mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu proses 14 hari masa isolasi di Pulau Natuna. Setelah itu, mereka diperbolehkan pulang ke daerahnya masing-masing.

“Ya, siap. Kami akan cek di Natuna. Karena saat ini juga sudah ada dokter di sana dan dia sudah kirimkan videonya bahwa kondisi mereka sehat, yang baru pulang dari Tiongkok ke Indonesia,” kata Reihana.

Masa inkubasi, lanjutnya, 14 hari dan dinyatakan mereka (WNI) dalam kondisi sehat.

“Ini saya sudah dikirimkan videonya sama dokter Yudi yang berada di Natuna. Mereka hanya diobservasi saja. Jadi enggak usah khawatir. Karena ada tim surveilans,” tuturnya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.