Sun. Nov 29th, 2020

Resiko Kematian Akibat Covid-19 di Lampung Tertinggi

2 min read

Saat Ini Posisi ke 2 Nasional

JARRAKPOSLAMPUNG – Stres dan durasi waktu yang panjang menunggu hasil laboratorium menjadi faktor lain penyebab dari tingginya angka kematian pasien Covid-19, selain faktor usia dan penyakit penyerta.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana dalam keterangan persnya, Sabtu (02/05/2020).

TONTON VIDEO PENJELASAN LENGKAPNYA DISINI

Menurut Reihana, saat ini Provinsi Lampung berada diurutan kedua secara nasional terkait tingkat resiko kematian akibat Covid-19, yakni 10 persen dari total jumlaj kasus.

“Ya, memang kasus kematian dari konfirmasi positif yang terjadi 5 orang pada saat ini adalah kasus lama. Jika dilihat dari persentase Case Fatality Rate (CFR), kita saat ini memang sangat tinggi dibandingkan dengan jumlah penemuan kasus yang terkonfirmasi,” jelas Reihana.

Rumus CFR, lanjut Reihana, 5 kasus konfirmasi yang meninggal dibagi total kasus positif, yakni 50 kasus terkonfirmasi. Lebih kurang 10 persen (tingkat kasus kematian).

“Sepertinya hal di DKI Jakarta juga pernah memiliki tingkat CFR tinggi ketika jumlah pasien (konfirmasi positif) belum banyak tapi yang meninggal sudah banyak. Jadi CFR juga tinggi,” ungkapnya.

Menurut Teihana, ada beberapa faktor penyebab risiko tingkat kematian tersebut menjadi tinggi. Pertama, kata dia, faktor usia. Dimana 80 persen kematian Covid-19 (di Lampung) terjadi pada usia lebih dari 59 tahun.

“Lima orang meninggal di Lampung, adalah pasien nomor 10 yang meninggal dunia yaitu berusia 71 tahun. Kemudian, kasus pasien nomor 13 usianya 63 tahun, kasus pasien nomor 15 usia 65 tahun, dan kasus pasien nomor 19 usianya 59 tahun. Hanya satu kasus kematian terjadi pada usia 35 tahun,” tuturnya.

Faktor lain, lanjut Reihana, yaitu adanya penyakit penyerta atau komorbid seperti penyakit tidak menular. Misalkan, hipertensi, paru kronis, diare, dan hepatitis.

“Pada kasus kematian Covid-19 pada usia lebih 59 tahun ada disertai penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan paru kronis. Sedangkan kasus kematian dibawah 51 tahun ada penyakit penyerta juga seperti hepatitis dan diare,” jelas dia.

Kemungkinan faktor-faktor lain, tambah Reihana, seperti stres dan durasi waktu yang panjang dari hasil laboratorium. Karena, kata dia, didiagnosa Covid-19 juga akan memengaruhi imunitas tubuh pasien tersebut.

“Selanjutnya juga hasil analisa kami, hasil laboratoutum yang memakan waktu 3-10 hari, sehingga ada waktu delay dalam klasifikasi final kasus Covid-19,” tandasnya. (***)

1 thought on “Resiko Kematian Akibat Covid-19 di Lampung Tertinggi

  1. Hi, We are wondering if you would be interested in our service, where we can provide you with a dofollow link from Amazon (DA 96) back to jarrakposlampung.com?

    The price is just $79 per link, via Paypal.

    To explain what DA is and the benefit for your website, along with a sample of an existing link, please read here: https://justpaste.it/6jp87

    If you’d be interested in learning more, reply to this email but please make sure you include the word INTERESTED in the subject line field, so we can get to your reply sooner.

    Kind Regards,
    Claudia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.