Thu. Jan 14th, 2021

Rapid Test Itu Gratis, Jika Ditarik Biaya Artinya Pungli!

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung membenarkan adanya pungutan sebesar Rp250 ribu kepada setiap orang yang akan melakukan rapid test di salah satu Klinik di Bakauheni. Namun hal tersebut diluar koordinasi Dinkes setempat ataupun Gugus Tugas.

“Untuk kejadian yang di Bakauheni saya sudah hubungi kepala Kantor KesehatanPelabuhan (KKP) untuk mencari informasi memang mereka mengakui ada penarikan biaya yang dilakukan oleh salah satu klinik,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana dalam keterangan persnya, Sabtu (16/05/2020).

Klinik tersebut, lanjut Reihana, merupakan permintaan dari hasil rapat gugus tugas Kabupaten Lampung Selatan pada waktu itu dimana mereka bermaksud membantu mengeluarkan surat bebas Covid-19 di wilayah setempat.

“Namun karena keterbatasan alat dan semacamnya serta pemohon membludak kemudian dikeluarkanlah kebijakan tersebut tanpa berkoordinasi dengan Dinkes setempat,” ujarnya.

Sayangnya, Reihana tidak menjelaskan apakah hal tersebut diperbolehkan atau tidak. Kendati demikian, Reihana menegaskan jika pengambilan rapid test guna penerbitan surat bebas Covid-19 tidak dipungut biaya alias gratis.

“Saya tegaskan bahwa pemeriksaan rapid test untuk pekerja yang ingin melakukan perjalanan tugas atau dinas tidak dipungut biaya alias gratis,” tegas Reihana.

Untuk keperluan perjalanan dinas, lanjutnya, memang harus ada surat bebas Covid-19 yang diterbitkan pihaknya. Untuk itu, sebagai salah satu syarat adalah membawa surat kelengkapan dari perusahaan atau instansi tempat mereka bekerja.

“Jadi kami tidak melayani pemeriksaan dengan keperluan mudik atau pulang kampung. Jika ingin datang ke Dinkes harus membawa surat tugas dari instansi atau perusahaannya yang menyatakan mereka akan ditugaskan ke luar daerah dan ditandatangani pimpinan,” jelasnya.

Jika sudah membawa surat tugas, tambah dia, baru pihaknya akan melakukan wawancara kemudian akan melakukan rapid test, tatkala hasilnya reaktif (positif) jelas yang bersangkutan tidak akan mendapatkan surat sehat bebas Covid-19 dan bila non reaktif barulah Dinkes akan memberi surat tersebut.

“Jadi bila ditemui hasilnya reaktif kita akan langsung melakukan swab dan mengedukasi yang bersangkutan untuk menjalani isolasi mandiri sampai hasilnya keluar jika negatif kami tetap akan memberikan surat bebas Covid-19 itu,” kata dia.

Saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung sudah menyiapkan 150 rapid test untuk pemeriksaan yang ada di Pelabuhan Bakauheni. Untuk itu, pihaknya meminta agar diberikan cuma-cuma tidak bayar.

Riehana pun menuturkan, kejadian membludaknya antrian pemeriksaan rapid test di pelabuhan disebabkan informasi yang kurang atau tidak sampai ke masyarakat yang mana untuk dapat melakukan penyeberangan dibutuhkan surat sehat bebas Covid-19.

“Jadi mereka pada waktu itu hanya berbekal surat tugas saja dari perusahaan sehingga tidak diperbolehkan menyeberang bila pun diseberangkan ke Merak mereka pun tidak akan diperbolehkan masuk karena tidak ada surat bebas Covid-19,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.