PT Angkasa Pura II BIM Buka Layanan Genose C-19, Ini Syarat dan Tarif Yang Ditetapkan

Humas Bandara Internasional Minangkabau
Fendrick Memegang Hasil Tes Genose C-19. [Foto: Aidil/Padang kita.com]

Padang Pariaman – Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman membuka layanan pendeteksian Covid-19 dengan menggunakan alat tiup Genose C19 mulai Senin (3/5/2021) hingga seterusnya.

Pihak BIM menyediakan sebanyak 300 hingga 400 kantong alat tiup tersebut dengan menggandeng perusahaan farmasi PT Kimia Farma.

“Selama bulan Ramadan 1442 Hijriah ini, BIM membuka layanan (Genose C19) itu dari pukul 06.00-11.00 WIB. Ini merupakan pelayanan tambahan sebagai persyaratan penerbangan sesuai Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) dan Direktur Jenderal Perhubungan,” kata Manager of Operation and Services PT AP II BIM, Imamura Ginting kepada awak media, Senin (3/5/2021).

Imamura mengatakan, penerapan penggunaan Genose C19 untuk mendukung pencegahan penularan virus Covid-19 menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Selain Genose C19, juga ada layanan swab antigen dan PCR yang dilakukan di BIM, layanan itu merupakan program dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) secara gratis kepada penumpang yang datang,” katanya.

Imamura mengatakan, hasil Genose C19 juga bisa digunakan untuk penerbangan yang transit dengan tujuan ke tempat lain.

Sementara itu, Pimpinan PT Kimia Farma Cabang Padang, Sandra mengatakan, alat tiup Genose C19 memiliki sensitifitas dan mampu mendeteksi aroma atau bau bagi pasien yang menggunakan jasa tersebut.

Bagi masyarakat yang menggunakan jasa tersebut, syarat pertama dengan mendaftarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), kemudian pasien masuk ke bilik Genose dan ditunjukkan tata cara pemakaian alat itu.

Sebelum melakukan tes Genose C19, pasien harus berpuasa terlebih dahulu minimal setengah jam. Selain itu, juga tidak merokok atau menghisap vape.

Selain itu, juga tidak diperkenankan mengkonsumsi makanan dengan aroma kuat seperti, jengkol, petai, durian, bawang putih, kopi dan teh. Kemudian calon pasien tidak boleh menggunakan parfum, minyak telon, minyak kayu putih, cairan antiseptik.

“Bagi pasien yang tengah berpuasa pengambilan sampel maksimal enam jam setelah sahur. Jika alat tersebut membaca positif, maka masyarakat yang menggunakan (Genose C19) itu langsung menjalani pemeriksaan selanjutnya, jika negatif maka dia bisa melakukan penerbangan,” katanya.

Sandra mengatakan, biaya pemeriksaan alat tiup Genose C19 relatif lebih murah ketimbang swab antigen, yakni hanya sebesar Rp40 ribu.

“Pemeriksaan PCR memakan waktu selama 20 menit, sementara Genose 10 menit. Kami menyediakan sebanyak 300 hingga 400 kantong tiup dan cadangan di laboratorium sebanyak 10 ribu kantong,” ulasnya.

Dia juga mengatakan, pemeriksan Genose C19 selama bulan Ramadan hanya dilakukan dari pukul 06.00 hingga 11.00 WIB lantaran alat tersebut sangat sensitif terhadap bau.

“Namun, setelah lebaran nanti layanan tersebut akan dibuka dari pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB,” katanya.

Editor : Ferdiyansyah

Back to top button