Wed. Jan 20th, 2021

PDP di Pesawaran dan Pesibar Meninggal, Begini Riwayatnya

2 min read
foto ilustrasi (doc jarrakposlampung)

Rapid Test PDP Meninggal di Pesibar Positif Covid-19, Belum Sempat di Sweb

JARRAKPOSLAMPUNG – Selain ada penambahan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 11 orang. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana juga mengungkapkan ada dua orang asien dalam pantauan (PDP) meninggal dunia.

TONTON VIDEO PENJELASANNYA

“Ya, dua orang PDP kita meninggal adalah warga Pesawaran dan Pesisir Barat (Pesibar),” kata Reihana dalam video keterangan persnya, Kamis (23/04/2020) malam.

PDP yang meninggal, lanjut Reihana, pertama adalah warga Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, pria berinisial MA (25) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran.

“MA bekerja sebagai karyawan pabrik di Batam dan masuk RSUD Pesawaran pada Sabtu, 18 April 2020, pukul 22.00 WIB. Pasien merupakan rujukan dari Puskesmas Gedongtataan dengan keluhan demam, batuk, dan sesak,” tuturnya.

21 April 2020, lanjut Reihana, kondisi pasien terus mengalami penurunan. Pihak RSUD merencanakan akan merujuk ke RSUDAM namun pasien menolak dan minta pulang paksa. Namun, kata dia, permintaan itu tidak dikabulkan oleh pihak RSUD Pesawaran.

“22 April 2020 sekitar pukul 17.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal. Pasien ini juga sebelumnya pernah dirawat di sebuah RS di Batam selama 1 bulan. Setelah tim medis RSUD melakukan pemeriksaan pasien menderita TB paru. Namun, karena mengalami gejala dan baru pulang dari daerah zona merah, pasien dimasukkan kategori PDP,” jelas Reihana.

Untuk PDP yang kedua, lanjut Reihana, juga laki-laki (75) warga Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesibar. Pasien tersebut, kata dia, tidak memiliki riwayat ke daerah terjangkit, tetapi pernah kontak dengan orang dari Bekasi.

“Pasien mendatangi dokter praktik untuk berobat 17 April dan 20 April 2020. Dokter mendiagnosa pasien batuk-pilek lantaran alergi,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, 22 April 2020, pasien berobat ke RSUD KH.M.Thohir, di kabupaten setempat, dengan keluhan batuk dan sesak nafas berat. Di RSUD setempat, jelas Reihana, pasien diambil darah, rontgen thorax dan rapid test. Hasil pemeriksaan rapit menunjukan positif.

“Hasil rapid testnya positif. Pasien akhirnya dirawat di Ruang Isolasi RSUD KH. M. Thohir. Namun saat akan dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek Bandarlampung, untuk perawatan lebih lanjut, dan untuk menjalani swab tenggorokan, sekitar pukul 23.00 WIB pasien meninggal dunia,” jelas dia.

Kedua PDP yang meninggal tersebut, jelas Reihana lagi, sudah dimakamkan sesuai penanganan (SOP) pemulasaran pasien Covid-19. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.