Sun. Nov 22nd, 2020

Panglima Santri Rumuskan Panca Darma

2 min read

Dari Melibatkan Kaum Milenial Dalam Pembangunan, Sampai Reformasi Birokrasi

JARRAKPOSLAMPUNG – Aktivis Desa, Edy Sudrajat terus menunjukkan keseriusannya untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pesawaran 2020 mendatang. Salah satu bentuk keseriusannya tersebut adalah dengan merumuskan Lima Jalan Kebangkitan Pesawaran yang ia sebut sebagai Panca Darma.

Jika kita terjemahkan, panca berarti lima dan darma berarti pengabdian. Lalu, apa maksud dari Panca Darma? Edy Sudrajat menjelaskan, untuk melakukan perubahan tentu harus dengan konsep yang matang. Karenannya, kata dia, Panca Darma adalah konsep pembangunan yang akan ditawarkan kepada masyarakat.

Selain Rumah Sembako, tambah Edy, dirinya menawarkan konsep Panca Darma. “Panca Darma itu. Pertama, menjadikan atau melibatkan pemuda sebagai lokomotif pembangunan. Kedua, melakukan reformasi birokrasi. Ketiga, revitalisasi di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan,” tutur Edy kepada jarrakposlampung.com, Selasa (26/11/2019).

Keempat, tambahnya, menjadikan desa sebagai sentral kekuatan ekonomi. Kelima, Imtaq dan Iptek sebagai landasan pembangunan.

Untuk poin satu hingga tiga, lanjut Edy, tentu sudah tidak perlu penjelasan mendalam. Namun untuk poin keempat maksudnya adalah desa akan dikucuri dengan anggaran yang cukup besar guna pembangunan desa, mulai dari pembangunan fisik dan nonfisik.

“Pembangunan nonfisik ini seperti pembangunan sumberdaya manusia, ekonomi kreatif dan pengembangan home industri agar emak-emak dapat membantu ekonomi keluarga. Selain itu, juga berkaitan dengan destinasi wisata. Tentu harus juga melibatkan masyarakat dan tokoh-tokoh daerah atau tokoh adat,” jelasnya.

“Poin kelima. Sejalan dengan program pemerintah pusat yakni revolusi mental dengan program peningkatan iman dan taqwa terutama di birokrasi. Kemudian, memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Aktivis Desa, Edy Sudrajat akan berupaya keras untuk memperjuangkan tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pesawaran.

“Salah satu yang memotifasi saya maju Pilkada adalah jeritan masyarakat yang saat ini kehidupannya kurang beruntung. Karenannya kedepan saya ingin ada Rumah Sembako di Pesawaran,” kata pria yang sempat dinobatkan sebagai Panglima Santri itu, Kamis (21/11/2019).

Apa itu Rumah Sembako? Edy menjelaskan, Rumah Sembako adalah sebuah program yang akan menjadi fokusnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama itu.

“Rumah Sembako itu program. Persoalan bagaimana teknisnya, nanti kita akan libatkan akademisi untuk merumuskannya,” jelas Edy.

Penjelasan singkatnya, tambah Edy, Rumah Sembako ini nantinya sebagai lumbung desa yang menampung hasil panen yang kemudian digunakan untuk kepentingan ekonomi saat paceklik. Selain kerjasama dengan pemerintah, misalnya dengan Bulog.

“Intinya kedepan saya ingin masyarakat khususnya emak-emak tidak merasakan perihnya paceklik,” tegas Edy.

Selain Rumah Sembako, lanjut Edy, dirinya juga akan memperjuangkan realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp2 milyar, dan pencitaan lapangan kerja baru. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.