Wed. Apr 7th, 2021

Meski Bela Diri, Hakim Tegur Sikap Andre di Persidangan Prostitusi Online

3 min read

Padang – Anggota DPR FI Fraksi Gerindra, Andre Rosaide akhirnya memenuhi panggilan dan hadir  dalam persidangan prostitusi online yang menghadirkan tiga saksi dari kader Partai Gerindra hari ini Senin (7/9/20).. Kehadiran Andre bersama dua kader Gerindra lainnya  sebagai saksi dalam perkara dugaan pelanggaran UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU tentang Pornografi, yang sebelumnya sempat mangkir.

Sebelum persidangan ia disumpah di bawah Al Quran oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Reza Himawan dengan hakim anggota Hakim Suratni dan Liviana Tanjung untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya sebagai saksi kasus dugaan prostitusi online, dengan terdakwa NN..

Andre menjelaskan kronologis penggerebekan terhadap dugaan prostitusi di sebuah hotel di Kota Padang, Minggu (26/1/20). Dirinya mengaku (karena) kerap menerima  llaporan masyarakat terkait aktivitas maksiat dan prostitusi di Padang.

“Saya kerap menerima laporan dan keresahan masyarakat tentang aktivitas maksiat dan prostitusi di Padang, sebagai anggota dewan yang lahir dan besar di Padang akhirnya saya merespons laporan itu,” jelas Andre di hadapan majelis hakim di Padang,

Usai menerima laporan, pihaknya lansung menghubungi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar dan polisi setuju untuk memberantasnya. Pihak kepolisian, ujar Andre, juga sepakat untuk melakukan penangkapan dengan cara tangkap tangan, sehingga meminta bantuan seseorang untuk menjadi informan.

Andre mengaku memfasilitas pertemuan pihak kepolisian dengam saksi Rio Handevis di sebuah tempat. Namun ia menyebut tak ikut secara teknis rencana penggerebekan itu. Ia juga mengaku menyebut, saat  dalam penggerebekan tersebut ia hanya mendampingi polisi dan berdiri di luar kamar.

“Saat polisi telah masuk ke kamar, kemudian polisi meminta masuk, baru saya ikut masuk ke dalam kamar,” lanjutnya.

Selain memberikan keterangan tersebut, Andre Rosiade juga membantah dirinya disebut  mangkir pada panggilan sidang sebelumnya.  Ia mempunyai dasar argumen hukum sendiri untuk tidak hadir berdasarkan pasal 162

KUHAPidana. Pasal 162 ayat (1) berbunyi, “Jika saksi sesudah memberi keterangan dalam penyidikan meninggal dunia atau karena halangan yang sah tidak dapat hadir di sidang atau tidak dipanggil karena jauh tempat kediaman atau tempat tinggalnya atau karena sebab lain yang berhubungan dengan kepentingan negara, maka keterangan yang telah diberikan itu dibacakan”. Sedangkan ayat (2) berbunyi “Jika keterangan itu sebelumnya telah diberikan di bawah sumpah, maka keterangan itu disamakan nilainya dengan keterangan saksi di bawah sumpah yang diucapkan di sidang”.

“Saya dipanggil sebagai saksi lalu saya sudah menyampaikan keberatan saya sesuai pasal 162 KUHAP (kepada majelis hakim dan jaksa). Pasal itu menjelaskan bahwa saksi tidak harus hadir ke sidang tapi bisa diwakili dengan keterangan tertulis di bawah sumpah.

Dalam hal ini keterangan saya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) telah di bawah sumpah,” tegasnya. Karena hal tersebut maka dirinya membantah disebut mangkir, selain itu saat dipanggil sebelumnya ia mengaku tengah menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI.

“Untuk sidang hari ini kebetulan saya tengah berada di Padang, maka saya datang ke pengadilan. Sekaligus untuk memberi contoh kepada rakyat sebagai pejabat negara yang memiliki niat baik dalam memberantas maksiat serta penegakan hukum,” katanya.

Sebelumnya perkara itu adalah kasus dugaan prostitusi daring yang berhasil diungkap Polda Sumbar bersama dengan Anggota DPR RI Andre Rosiade saat menggerebek di sebuah hotel di kota Padang, Minggu (26/1/20).

Dalam penggerebekan itu, Polda Sumbar mengamankan NN bersama dengan mucikarinya AS (24) yang juga diseret ke pengadilan. Terdakwa dijerat dengan pasal 27 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008, Juncto (Jo) Pasal 45 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Serta pasal 4 Ayat (2), pasal 30 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selama persidangan Andre beberapa kali ditegur Hakim Ketua. Terkait pernyataan Andre bahwa dirinya tak harus hadir, pihak hakim menyatakan  justru sebaliknya.

“Justru kehadiran saudara sangat diperlukan sekali dalam persingan ini,” kata Hakim Ketua tegas.

Hakim juga menegus sikap dan cara duduk anggota DPR RI ini selama persidangan. Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Sumbar Dewi Permata Asri menyebutkan sidang selanjutnya akan digelar pada Rabu (9/9/20) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

-Tim Liputan-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.