Tue. Nov 24th, 2020

Jadi Rektor Unila, Prof Aom : Unila Harus Unggul Disegala Bidang

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Prof. Dr. Karomani atau yang akrab disapa Prof Aom terpilih menjadi rektor Unila periode 2019-2023, Kamis 17 Oktober 2019. Prof Aom unggul 44 suara dari dua rivalnya yakni Prof. Dr Bujang Rahman 22 suara dan Prof. Dr. Muhammad Kamal 6 suara.

“Kita sudah memiliki visi-misi, yakni Unila unggul dalam segala bidang,” kata Prof Aom.

Kendati demikian, lanjut Prof Aom, pihaknya masih menunggu arahan dari Menristekdikti terkait program kedepan. Selain itu, tambahnya, dirinya tetap melanjutkan program-program sudah ada yang telah disusun dan dijalankan oleh rektor sebelumnya.

“Tentu bantuan semua pihak sangat penting dalam mewujudkan dan mendukung kemajuan di Unila, karena tidak mungkin bisa saya bekerja sendiri, tentu butuh kerjasama,” tuturnya.

Diketahui Aom Karomani memilki tema program kerja Bersinergi dalam mewujudkan reputasi Unila unggul untuk mencapai visi 2025. Yakni transformasi digital dan anggaran berkelanjutan yang sehat.

“Unila harus unggul dalam reputasi akademik dan Prima dalam manajemen dan layanan. Selain itu juga unggul dalam budaya riset dan inovasi dan unggul dalam reputasi regional dan internasional,” jelasnya.


Dilantik 24 November 2019

Sementara perwakilan Kementerian Ristek-Dikti, Toto Prasetyo dalam jumpa pers di ruang sidang utama, lantai II Gedung Rektorat Unila, Bandarlampung, Kamis (17/10/2019) mengatakan, akan mengupayakan pelantikannya rektor baru sebelum akhir masa jabatan (AMJ) Rektor Unila Hasriadi Mat Akin.



“Ya, diupayakan sudah ada pengganti Hasriadi sebelum 24 November mendatang,” kata Toto Prasetyo,

Disinggung terkait kondusifitas pasca Pilrek, Toto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam Pilrek yang berjalan dengan kondusif.

“Kami mengapresiasi seluruh panitia dan civitas akademika yang telah mendukung pilrek, sehingga berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kementerian Ristek-Dikti, lanjut Toto mempunyai 35% suara dalam Pilrek Unila. Namun, pertimbangan dalam menentukan pilihannya tidak hanya dari menteri. Tapi, juga masukan dari berbagai pihak, termasuk pejabat eselon I di kementerian. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.