Thu. Nov 26th, 2020

Herman Melarang, Kohar Meradang!

2 min read

JARRAKPOSLAMPUNG – Seteru antara Walikota Bandarlampung, Herman HN dengan Wakilnya, Yusuf Kohar mulai tampak dipermukaan. Rabu (29/01/2020) Herman Herman HN meminta ketua RT, lurah, dan camat tidak meladeni Wakilwali Kota Yusuf Kohar yang dinilainya mbalelo.

“Wakil itu membantu Walikota, ini kan tidak. Malah mbalelo, tidak diperintah kok malah turun sana sini marah-marah sama lurah dan camat. Saya ini istilahnya rajanya, tidak begitu. Apalagi ini terdengar dia (Yusuf Kohar) mau nyalon, jadi tambah aja. Biarkan saja, jangan diladeni,” kata Herman dihadapan warga saat meresmikan Kantor Kelurahan Kedamaian.

Menurutnya, apa yang dilakukannya selama memimpin ada prosedurnya dan sesuai dengan aturan yang ada. “Ya, kan ada aturannya, prosedural dong. Apalagi tahun ini mau Pilwali. Jangan lah memanfaatkan masyarakat untuk dibohong-bohongi. Saya minta bapak ibu nanti jangan mau dibohongi para calon,” tuturnya.

Masyarakat, lanjut Heman harus mempertanyakan pekerjaan para calon walikota yang lain. Sebab, kata dia, dirinya tidak yakin para calon walikota akan melanjutkan program-program yang saat ini sudah ada. 

“Lihat kerjaan para calon itu, saya tidak yakin mereka akan melanjutkan yang gratis-gratis itu. Terutama RT, awas saja para RT. Biasanya RT ini yang suka bermain-main,” ujarnya.

Ditambahkan Herman, dirinya tidak akan cuti pada saat Pilwakot mendatang. Karenanya, kata dia, jika ada RT yang ikut membantu calon, akan dipenjarakan.

“Saya tidak cuti, saya mau keliling memantau para RT, coba aja kalau berani bagi-bagi duit, saya penjarakan. Undang-undangnya jelas, jadi hati-hati RT ini,” selorohnya yang disambut tawa para undangan yang hadir.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota, Yusuf Kohar dalam status media sosialnya mengaku apa yang dilakukannya sesuai dengan tugas pokok dan pungsi (Tupoksi) sebagai wakil, yakni dalam rangka membantu Walikota.

“Ya, saya membantu Walikota. Memberikan wawasan, inovasi dan kritikan atau kontrol. Supaya manajemen pemerintahan berjalan lancar,” tulis Yusuf Kohar.

Apa yang dilakukannya, tambah Kohar, tidak perlu lapor dengan walikota. Sebab, kata dia, dirinya tidak membuat atau merubah kebijaksanaan yang ada.

“Makanya Walikota itu harus memberdayakan wakil, jangan meniadakan wakil. Acara apapun bannernya walikota sama istri, bukan walikota sama wakilnya. Tidak ada wakil, tidak ada walikota, begitupun sebaliknya. Tinggal Rakyat yang menilai,” pungkasnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.