Thu. Nov 26th, 2020

Azuwan : Jangan Takut, Ayo Rehabilitasi Pecandu Narkoba!

2 min read

Sosialisasi Perda No 1 Tahun 2019 di Tanggamus

TANGGAMUS.JARRAKPOSLAMPUNG – Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Provinsi Lampung yang juga Ketua DPC PKB Tanggamus, Azuansyah mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba.

Bahkan, Anggota Komisi I itu mengatakan, jika masyarakat mengeketahui ada anak yang saat ini mengkonsumsi barang haram tersebut agar segera mengajukan rehabilitasi ke Badan Narkotika Nasional (BNN) yang ada di daerahnya.

“Tidak perlu takut. Jika masyarakat mengetahui di lingkungannya ada yang terlanjur kecanduan Narkoba, orang tua atau walinya bisa ajukan rehabikitasi ke BNN,” kata mantan aktivis kampus itu dihadapan ratusan orang yang mengikuti Sosialisasi Perda No 1 tahun 2019 di Ponpes Riyazulilmi, Pekon Banjarmanis, Kecamatan Gisting, Sabtu (25/01/2020).

Dengan rehabilitasi, lanjutnya, pecandu akan mendapat penanganan, pengobatan atau perawatan medis. Kemudian, tambahnya, rehabilitas sosial bagi pecandu narkotika yang sudah cukup umur.

“Bagi yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL). IPWL akan melakukan pembinaan dan pengawasan untuk memotivasi pecandu yang telah selesai menjalani rehabilitasi,” jelas dia.

Pada dasarnya, lanjut Azuan, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi, Pencegahan, Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya ini, semangatnya adalah melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk dapat berperan serta dalam upaya menghentikan predaran Narkoba di Bumi Ruwa Jurai.

“Ada 31 poin di dalamnya salah satunya adalah poin 18 yang berbunyi pencegahan adalah semua upaya, usaha atau tindakan yang di tujukan untuk menghindarkan masyarakat dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya,” jelas dia.

Ruang lingkup Perda ini, jelas Azuan, meliputi, antisipasi dini, pencegahan, penanganan, pendanaan serta partisipasi masyarakat dan penghargaan. Karenanya, kata dia, memberikan edukasi dini kepada anak tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya melalui kegiatan atau media informasi juga menjadi penting.

“Ya, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama tidak hanya tugas pihak berwenang saja, tetapi juga tugas kita semua,” ujarnya.

Pemerintah, kata pria berkacamata itu, juga melibatkan forum kerukunan umat beragama, forum kewaspadaan dini masyarakat di daerah dan komunitas intelijen daerah untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika tersebut. Tidak hanya itu, pemerintah juga memperbanyak program kegiatan seperti seminar, lokakarya, Workshop, halaqoh/majelis taklim, pagelaran festival seni dan budaya, outbond seperti jambore, perkemahan juga napak tilas.

“Semangatkannya adalah pencegahan bukan pemberantasan. Karenanya perlu diperbanyak kegiatan yang positif. Keluarga adalah yang utama, lalu lingkungan masyarakat, satuan pendidikan, organisasi kemasyarakatan (Ormas) kemudian instansi pemerintah daerah. Ya, semua pihak harus berkolaborasi secara bersama-sama untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkotika.

Azuan menambahkan, Pemda juga dapat memberikan penghargaan kepada aparat penegak hukum, instansi pemerintah, swasta atau warga masyarakat yang telah berjasa dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan serta peredaran narkotika.

“Mari kita jaga orang terdekat kita dari penyalahgunaan Narkotika. Untuk Lampung, banyak beredar ganja, sabu-sabu, inek, dan lem aibon. Lampung tinggi tingkat peredarannya, karena banyaknya pintu masuk serta pangsa pasar yang menjanjikan dengan jumlah penduduk yang cukup tinggi, Pengguna narkotika di Tanggamus juga sudah sangat cukup memprihatinkan,” pungkasnya. (tim)

Editor: arie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.