Tue. Nov 24th, 2020

Awal Ramadhan Lampung Sudah Dibanjiri Pemudik

2 min read

Pelabuhan Kembali Ditutup Untuk Pemudik

JARRAKPOSLAMPUNG – Bukti jika larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah masih lunak dan tidak diindahkan oleh masyarakat adalah masih ramainya pelabuhan Bakauheni oleh para pemudik.

Karenanya, Pemerintah Provinsi Lampung kembali mengumumkan penutupan Pelabuhan Bakauheni untuk angkutan orang. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiyar memutus mata rantai penularan Covid-19 di Lampung.

TONTON VIDEO PENJELASAN LENGKAPNYA

“Mulai dari 27 April 2020 sampai dengan 31 Mei 2020 penyeberangan lintasan Merak-Bakauheni tidak melayani penumpang baik pejalan kaki, maupun menggunakan kendaraan pribadi roda dua dan empat. Pelabuhan hanya melayani angkutan logistik, obat-obatan dan alat kesehatan,” kata Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dalam keterangan persnya, Senin (27/04/2020).

Karenannya, kata dia, bagi para pengguna jasa yang sudah membeli tiket penyebrangan dapat melakukan pengajuan pengembalian melalui website.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gugus Lampung mencatat, sedikitnya 618 pemudik dari Pulau Jawa tiba di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan.

“Jumlah pemudik ini berdasarkan data notifikasi yang ada di Pelelabuhan Bakauheni, sejak tanggal 24-26 April 2020,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana, Senin (27/04/2020).

Menurut Reihana, meskipun ratusan pemudik dari Pulau Jawa ini sudah tiba di Lampung, namun para pemudik tidak serta merta masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

“Tidak semua pemudik masuk kategori ODP. Sebab ODP itu ada definisinya. Sesuai buku panduan Covid-19, ODP adalah orang yang melakukan perjalanan dari daerah terjangkit, yang menimbulkan gejala seperti demam, batuk pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas,” tegasnya.

Selain dari Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Reihana juga mengaku mengantongi data notifikasi kedatangan di Pelabuhan Panjang dan Bandara Radin Inten II.

“Kami juga punya data notifikasi kedatangan di Pelabuhan Panjang dan Bandara Radin Inten II. Data notifikasi ini bersumber dari kantor kesehatan pelabuhan (KKP),” pungkas. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved.