SASTRAWAN NIA SAMSIHONO APRESIASI KARYA PINTO

2 min read

Ia lebih dikenal dengan Nia Samsohono. Nama sebenarnya Dra. Dad Murniah, M.Hum. Nia lahir di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Nia memublikasikan puisi dan esai sastra di berbagai media massa daerah dan nasional. Nia Samsihono merupakan salah satu anggota Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Direktorat Jederal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, (Wikipedia).

 

Pada kali ini Nia mengapresiasi karya Pinto Janir. Menurut Wikipedia Pinto Janir adalah seorang seniman Indonesia asal Padang, Sumatra Barat. Selain sebagai penyair ia juga dikenal sebagai wartawan, penulis cerita pendek (cerpen) dan cerita bersambung (cerbung), serta penulis lagu dan sekaligus sebagai penyanyi. Pinto dianggap sebagai penyair yang gila, karena pembacaan puisinya yang menyentak, liar, dan garang. Ia mengawinkan unsur puisi, musik dan teater dalam setiap penampilannya di atas panggung.

 

Nia dan Pinto sama-sama sastrawan. Satu asal Sumatera Barat dan satunya lagi asal Kalimantan Barat. Walau sama-sama dari “barat” namun mereka tetap kukuh dengan nilai-nilai “ketimuran”. Mereka, dua seniman yang sama-sama kuat dalam menyikapi kearifan lokal di karya sastra mereka.

 

Kali ini, Nia memberi apresiasi karya Pinto. Yakni, karya lagu Pinto yang baru saja ia luncurkan ke ruang public dengan judul “Angkat Virus Ini”.

 

Bagaimana pendapat Nia tentang Pinto dan karya lagunya?

 

Berikut, pendapat Nia soal lagu Angkat Virus ini:

 

Mendengar lagu karya Pinto Janir telah membuatku merenung lama. Saya bukan ahli musik, tapi saat mendengarnya membuat rasa lembut di hati. Ada kesedihan yang dalam bahwa selama ini kita buta dan tertutup hati pada lingkungan.

 

Hanya ada keinginan manusia untuk memperkaya diri, memasyhurkan diri, hingga lupa akan lingkungan. Lihatlah, pohon di hutan ditebang habis, diganti dengan sawit atas nama kesejahteraan negara meningkat, batubara digali melubangi bumi dengan lubang-lubang menganga, menggali pasir timah, emas, nikel dan lainnya mencemari air sungai dan kehidupan, mengeksploitasi bumi habis-habisan atas nama kemaslahatan rakyat.

 

Orang-orang berebut mencari kedudukan jabatan dengan cara ria, memfitnah, janji palsu, dan informasi bohong. Padahal kehidupan agama berjalan dengan baik seiring dengan tindak keserakahan dan ketamakan manusia.

 

“Lagu Pinto Janir berjudul Angkat Virus Ini telah menyentuh hati yang paling dalam bahwa hanya Tuhan yang menolong kita. Tuhan marah dan mengingatkan manusia pada apa yang telah dilakukannya. Manusia menyadari hanya Tuhan tempat kita meminta segalanya. Lagu Pinto Janir begitu tepat menyentuh hati dan mengurai pikiran manusia tentang apa yang telah dilakukannya”, kata Nia sastrawan elok yang berwajah ayu.

 

Bagaimana menurut Nia tentang karya Pinto di ruang sastra, prosa dan puisi?

“Saya suka karya-karya yang dibuat Pinto Janir. Mungkin karena dekat dengan kehidupan dan alam”, katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *