BeritaHEADLINELOKAL

KHAIRUL JASMI SENIOR WARTAWAN NAN BERBAGI NASI KOTAK

Bila selama ini ia berbagi berita, sekarang Kaje  berbagi sejumlah  nasi kotak kepada masyarakat yang terdampak corona.

Ia senior wartawan. Selain wartawan ia juga novelis. Selain itu, ia juga penulis puisi. Ya wartawan, ya sastrawan. Pikirannya solutif di tengah perkara sosial. Wajar bila orang memandangnya sebagai budayawan. Itulah dia, Haji Khairul Jasmi yang akrab dipanggil, Kaje (KJ).

Belakangan, Kaje juga seorang youtuber. Kontennya, konten sosial dan budaya yang aktual. Soal jadi wartawan, Kaje sudah lama menggeluti dunia ini. Dunia jurnalistik telah menjadi airmandinya. Kini, Kaje Pemimpin Redaksi Harian Singgalang Padang. Jabatannya ini ia pegang sejak tahun 1997 silam.

Kaje itu pribadi yang suka berkawan. Kawannya banyak, sebanyak kasih sayangnya pada sesama. Prestasinya di dunia jurnalistik segudang.

Kaje pernah bekerja sebagai jurnalis di media nasional yakni Harian Berita Buana Jakarta (1992 hingga 1993) dan Harian Republika Jakarta (1994 hingga 2006).

Orang bilang, buku mahkotanya wartawan. Kaje sudah berbuku-buku menulis buku. Ia wartawan hebat memang.

Pada kelas nasional, Kaje dipercaya sebagai Wakil Ketua Forum Pemred se-Indonesia.Pada tahun 2003,  Kaje meraih penghargaan bergengsi versi PWI Pusat , yakni “Penghargaan Adinegoro” . Soal sastra, Kaje “mendunia”. Salah satu cerpennya meraih pemenang pertama Sayembara Cerpen yang diadakan Daikin University, Australia pada tahun 2000.

Kaje, wartawan yang S2 itu, kini juga dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Semen Padang.

Pada hari Jumat 17 April lalu, Kaje berbagi kasih. Banyak sungguh masyarakat kita pada saat ini terdampak virus Corona. Mata pencaharian menjadi terganggu. Langkah keluar rumah terhambat karena virus Corona yang bisa merambat kemana-mana.

Bila sudah begitu, agaknya Kaje tak tinggal diam. Bila selama ini ia berbagi berita, sekarang Kaje  berbagi sejumlah  nasi kotak kepada masyarakat yang terdampak corona

“ Kalau kita tak berbagi, saya merasa bersalah pada diri sendiri. Keadaan susah ini adalah keprihatinan kita bersama. Saya tak ingin menyesal di kemudian hari bila tak tergerak hati untuk saling berbagi”, kata Kaje.
Kaje bekerjasama dengan Rumah Makan Rucola (Rumah Cobek Labrazzo) Bukittinggi milik wartawan,sastrawan dan penyair Pinto Janir. ” Pinto Janir, itu sahabat lama saya sejak tahun 1988 ketika kami pernah  sama-sama bekerja di harian Semangat dulu”, ulas Kaje.

Sepantun dengan Kaje, seniman Pinto Janir juga tak tinggal diam di rumah. Rumah makannya yang sejak sebulan lalu telah lebih dulu melayani “take-away, go food, delivery” mempunyai program sosial dengan menyalurkan bantuan para donator berupa nasi kotak ke masyarakat terdampak Corona.

“ Relawan Rucola siap membagi-bagikan nasi kotak ke warga yang terdampak virus Corona”, kata Pinto.

“ Sampaikan rasa terimakasih saya kepada Pak Khairul Jasmi. Sudah sore begini, baru dua kali saya dapat orderan go food “, ujar Rico, bapak muda beranak satu seakan-akan mewakili suara sejumlah warga di kota Bukittinggi yang menerima nasi kotak dari Pak Haji Khairul Jasmi (*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close