LOKALPadangUncategorized

Tak Indahkan Aturan, Lima Pemandu Lagu Ditertibkan Sat Pol PP Kota Padang

Padang, JarrakPosPadang.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Padang datangi dan tertibkan Lima pemandau lagu dari Cafe Denai yang berada di Jalan Niaga, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Senin (06/04/20) dini hari.

Satpol PP Kota Padang menertibkan cafe Denai dikarenakan telah melanggar larangan dan aturan Pemerintah Kota Padang terkait penanganan Virus Covid-19 yang tidak memperbolehkan beraktifitasnya tempat-tempat hiburan seperti PUB, Karaoke, Biliyar di Kota Padang.

Satpol PP Kota Padang berhasil menertibkan Lima orang wanita yang diduga sebagai pemandu lagu dari dalam cafe. Berdasarkan laporan masyarakat cafe tersebut mempunyai pintu rahasia, sehingga seolah-olah dari depan cafe seperti tutup padahal didalam cafe tersebut ada aktifiras.

Kasat Pol PP Kota Padang, Afiadi melalui Handphone selulernya mengatakan, Betul, kami telah menertibkan Denai Cafe & Resto serta menertibkan Lima wanita yang diduga sebagai pemandu lagu dari dalam cafe tersebut.

“Cafe tersebut ditertibkan dikarenakan tdk mengindahkan himbauan walikota dan pemerintah agar tdk buka tempat hiburan,” terangnya.

Sementara itu untuk pemilik cafe diberi sanksi teguran dan peringatan keras, karena alasan mereka semalam itu mereka belum mengetahui adanya perpanjangan terhadap larangan buka tempat hiburan/cafe, dan ini juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata,” tutupnya.

Sementara itu Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Padang, Roy Madea Oka mengatakan, Pemko Padang harus memberikan sanksi tegas terhadap pemilik cafe tersebut.

“Pemerintah harus memberi sanksi terhadap pemilik cafe yang telah melanggar aturan dan larangan dari Pemerintah tersebut,” tegas Roy yang akrab dipanggil Boni.

“Alasan mereka tidak mengetahui akan adanya perpanjangan waktu larangan beroperasi itu diduga hanya alasan saja. Di karenakan disekitar lokasi cafe tersebut juga ada beberapa cafe dan tempat hiburan malam yang tidak beroperasional karena mereka mengikuti larangan dan aturan Pemerintah,” tutupnya. (Koko)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close