oleh

MARS SIKUMBANG THE POWER OF BADUNSANAK-NYA PINTO JANIR

KETIKA “SANG KUMBANG” HARUS KEMBALI KE SIKUMBANG

Buku Power of Silaturahim menginspirasi Pinto Janir menciptakan Mars Rang Sikumbang sebagai wujud the Power of Spirit Badunsanak.

Oleh: Elthaf

Ada satu masa ketika sang Kumbang yang sudah terbang tinggi harus kembali ke Sikumbang, mungkin terlalu naïf saya berfikir, paling nggak itu yang terbersit di hati saya ketika di penghujung tahun ini, 30 Desember 2019 saya menerima link Youtube lagu Mars Rang Sikumbang dikirimkan oleh pencipta sekali gus penyanyi Mars Rang Sikumbang Bung Pinto Janir Rajo Marah.

Ini bukanlah sebuah lagu biasa, tapi satu lagu yang diciptakan Pinto khusus sebagai wujud kecintaan kepada keluarga besar yang sepesukuan, suku Sikumbang.

Sudah 200 lebih lagu diciptakan oleh seniman nasional dari Minangkabau ini, sudah ribuan bait puisi yang ditulis Raja Penyair, dan ratusan lukisan di kanvas hasil goresan tangannya terpampang di studio nya di Bukittinggi. Pinto tersentak, buku yang berjudul “THE POWER OF SILATURAHIM Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”, buku best seller yang sudah dicetak 140 000 eksemplar karangan Dr. Aqua Dwipayana, M.Ikom seakan menyentuh kalbu seniman berambut panjang ini, “mana lagu buat suku aku, buat keluarga aku”, itu jeritan hati Pinto. Ketika ada kejadian kemanusiaan di Wamena, hanya beberapa jam dia dengan Gamawan Fauzi bisa menciptakan sebuah lagu yang berjudul “Abih Untuang di Wamena” membuat yang mendengar bercucuran air mata. Tidak, tidak, aku harus menciptakan lagu buat suku ku, Sikumbang, Pinto seperti tersadar dari mimpi.

Anyway, roh petarung yang sudah merasuk ke diri Pinto seakan menantang, hanya beberapa hari sebuah lagu _”Mars Rang Sikumbang” tercipta, lagu ini dinyanyikan oleh Pinto Janir yang berduet bersama Winna, penyanyi nasional asal Sumatera Barat dan diarransemen oleh Dedi Kencana. Lirik-lirik lagu ini banyak mengandung falsafah alam Minangkabau yang dikolaborasikannya dengan pesan pesan Pinto buat dunsanak dia suku Sikumbang.

“Alam takambang manjadi guru
Adaik basandi syarak syarak basandi kitabullah
Kamanakan dibimbiang anak dipangku
Maju basamo
Sikumbang basatu
Majukan nagari”

Pinto berpesan untuk menjunjung tinggi tuah dan marwah tradisi yang diturunkan nenek moyang, Pinto melihat marwah Minangkabau masih terjaga dengan baik di keluarga Sikumbang, dengan marwah Minangkabau anak kemenakan bisa memagari diri dari dinamika dan canggihnya IT serta budaya yang merengsek masuk tanpa pagar dari semua arah, literasi ini bisa dilihat dari lirik liriknya:

“Rang Sikumbang saiyo sakato
Tuan gadang harimau campo
Minangkabau ranah nan den cinto
Paga adaik lestari budayo”

:Tagak basuku mamaga suku
Tagak bakampuang mamaga kampuang
Rang Sikumbang saliang bahu mambahu
Badunsanak dukuang mandukuang”

Esensi dari lirik lagu Pinto rang Sikumbang harus bahu membahu menjaga keluarga sesuai marwah Minangkabau yang selama ini tetap digenggam erat di keluarga Sikumbang, sebagai legacy bagi anak cucu suku Sikumbang.

Pada lirik di bawah ini, Pinto berpesan untuk saling menjaga keharmonisan dan komunikasi dalam bersaudara, saya jadi teringat dalam sebuah buku mahakarya, Keep You Brain Alive dan buku Aqua Dwipayana yang berjudul The Power of Silaturahim, ternyata lirik lirik lagu berikutnya ini adalah jawaban dari Pinto.

:sanang dunsanak samo kito raso
Sakik dunsanak padiah basamo
Lahia jo bathin kito badunsanak
Rang Sikumbang maju jo kompak”

Dan akhirnya di baris terakhir, Pinto menulis:

“Rang Sikumbang Kito Badunsanak
Rang sikumbang saiyo sakato
Rang sikumbang bangunlah nagari
Rang Sikumbang kito saiyo”

“Ada Energy positif yang dihembuskan, ada tools yang bisa dikreasi, dan ada lirik sebagai Management of Change untuk setiap perubahan”, wahai dunsanak ku, kata Pinto bersamaan dengan berakhirnya petikan sinar gitar dan aransemen lagu “Mars Rang Sikumbang”, sukses dunsanak ku Pinto Janir. Semoga …

Jakarta, 30 Desember 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed