oleh

AKHIR TAHUN ELTHAF MELUKIS KATA MENJADI PUISI

Ketika Raja Penyair Memotivasi Aku

Oleh: Elthaf

Tiba-tiba telepon ku berdering, aku lihat, mencogok sebuah nama yang aku kagumi, Raja Penyair dari kota Padang, Pinto Janir, Kami bercerita, awalnya saling basa basi, maklum debut, kali pertama bicara dengan telepon.

Ada kegamangan dengan nama besarnya, payah aku mencari kata untuk bisa tersambung dalam rentetan kata, takut akan mamariangik, Allah membuka hati kami, ternyata ada benang merah, kakak kandungnya tetangga aku di kota Pekanbaru.

Mulailah kata mencair, seperti air mengalir, rintik hujan seakan ikut bertingkah kala kami tertawa lepas, satu pesan yang ingin disampaikannya, kita berkolaborasi malam ini, masing masing menulis puisi.

Aduh, ampun, aku nggak bisa dan nggak biasa, tapi dia terus memompa, “Oom Elthaf bisa, aku yakin oom bisa”, berulang kali Pinto meyakinkan aku yang masih bingung.

Malu aku malu, kalau aku harus menolak, dengan Basmallah aku mencoba, jadilah malam tahun baru ini aku habiskan dengan menulis sebait puisi, positif memang. Terima kasih Oom Pinto Janir

Ketika pensiunan berkomitmen “Looking forward for to the better me next year”

Malam ini, akhir tahun ini
haruskah aku berpaling lagi
untuk mencari satu jawaban yang tak pasti
menyeruak, menyigi nyigi diantara rerumputan yang tumbuh liar

Aku yakin, ataukah ini mungkin
aku punya karasteristik unik, yang juga spesifik
untuk modal aku melangkah pada jalan berliku yang kadang berdebu.

Aku ingat ayah bunda, yang terbaring tenang di alam sana
Betapa mereka sudah menjadikan aku seperti ini
Menjadi manusia kuat, penuh semangat pantang menyerah
Ketika onak duri menghadang, aku akan terjang, walau luka meradang
Aku tak peduli, hidup adalah pilhan, to be or not to be.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed