oleh

BAGAI ‘SPEED” 100 GENIUS MELAJU KENCANG

 

BILA TAK SANGGUP, LAMBAIKAN

TANGAN KE KAMERA ….!

 

PARIAMAN—-Putaran waktu seakan makin kencang jua . Yang berlambat-lambat , tentu akan tertinggal di belakang atau terbelakang di bilik sana . Waktu tak akan pernah beku apalagi membatu.  Ia manalah mungkin  terpalang, waktu terus akan melaju menerjang.  Bak kata pepatah Arab, waktu adalah pedang!

 

“ Siapa yang tak sanggup ‘berlari’ kencang, silakan berhenti sampai di sini.  Hidup bukan perjalanan yang terpaksa atau memaksakan diri. Hidup bukanlah kelelahan yang menyiksa tajam. Pekerjaan bukanlah tekanan yang menyebabkan sakitnya jiwa terhujam. Tak ada pekerjaan yang terlalu berat. Yang berat itu adalah hati yang melaksanakannya ‘berkarat. Bekerjalah dengan kesungguhan hati dan hati-hati…”, Genius Umar nan Walikota Pariaman itu berkata .

 

Ia mengingatkan dalam aksara bijaksana: “Kalau bekerja dengan lapang dada, cakrawala akan  terbuka luas terbentang dan lahan pikiran menjadi lapang .  Tanalah  ia dengan segala keikhlasan.Semoga,  tumbuh pekerjaan-pekerjaan atau karya yang dicatat oleh ruang dan zaman dan ia menjadi amal kebaikan bagi kita semua ”, kata Walikota Pariaman Genius Umar  ketika melakukan kunjungan mendadak ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Pariaman, Senin 11 November 2019 siang.

 

“Bekerja adalah beramal. Jangan bekerja karena terpaksa dan tertekan. Itu siksaan. Itu tak baik. Sekali lagi, yang tak sanggup silakan mundur, yang kencang ayo kita  maju sama-sama untuk memajukan kota yang sama-sama kita cintai ini !” Genius diam sebentar. Matanya seakan jauh ke depan.

 

“Jangan terjebak rutinas dan monoton, kerja harus kreatif. Kerja cerdas itu kerja kreatif…bukan kerja rutin dan monoton ,” Genius mengingatkan dalam bahasa kesungguhan.

 

Genius dikenal sebagai walikota jenius yang cepat mengambil keputusan di ruang kearifan.

 

“ Kita tak boleh membiarkan persoalan bergenang-genang sehingga menjadi kusut masai. Persoalan jangan sampai jadi  liar. ‘Jinakkan’ ia dengan kecerdasan. Sekecil apapun itu, persoalan tak boleh  sampai besar. Sering kali  kita terjebak pada pikiran atau  persoalan-persoalan kecil yang membuang-buang waktu sehingga kita lupa berpikir besar untuk mewujudkan sesuatu yang jauh  lebih besar! ” ulas Genius walikota yang super ‘sederhana’ yang paling ‘enggan’ melihat sosok insani ‘bergaya berat’ tapi ‘isinya ringan’.

 

“Di atas dunia, persoalan paling berat itu adalah kematian. Siap tak siap, kita pasti mati. Adakah persoalan dunia  seberat kematian?” ujar Genius dalam dialektik yang cerdas.

“ Ayo kita bersemangat bekerja.Mari gembira bekerja. Riang bekerja. jangan jadikan pekerjaan itu beban.  Mari kita  bersama-sama bekerja….!” Genius tersenyum seraya mengingatkan kita semua supaya jangan membuang waktu produktif untuk duduk-duduk di lapau.

 

Khusus kepada pegawai lingkungan Pemko Pariaman, Genius akan meningkatkan etos dan semangat kerja serta disiplin. ” Kita akan minta satpol PP supaya melaksanakan penertiban kepada pegawai-pegawai yang duduk-duduk di lapau pada  jam-jam kerja. Kita akan beri sanksi dan tindakan kepada pegawai yang melanggar disiplin !” kata Genius yang paling anti pada perbuatan yang mengundur-undur pekerjaan sehingga menjadi menumpuk dan menjadi “kegelisahan” pengap mengurung  hidup.

 

“Hiduik tak buliah panyampiak kalang ! Orang gelisah, karena suka mengulur waktu dan menumpuk-numpuk pekerjaan !” ujarnya.

 

“ Tak terasa , dua belas bulan sudah kami memimpin kota ini. Satu tahun itu cukup lama. Lihat 350 hari ke belakang, catat dan simak apa-apa yang baru kita lakukan untuk kota ini…”, Genius walikota yang tak pernah membiarkan “waktunya diam” itu menarik nafas dalam dan seakan melepaskannya pelan-pelan dalam ritma harmonisasi kehidupan.

 

“ Kita ingin melakukan percepatan pembangunan di kota ini”, ujarnya tegas dan pasti.

 

Ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  untuk ligat berlaksana. Untuk cepat mengeksekusi kerja-kerja pembangunan untuk masyarakat dan kota.

 

“ Saya pesankan kepada OPD tak ada lagi yang bekerja dalam paradigma berleha-leha. Paradigma kerja kita adalah tanggap, cepat, tepat dan bekerja dengan gembira, bukan dengan terpaksa, bukan dengan merasa tertekan. Ayo kita tiupkan spirit rela berkorban untuk masa depan kota menjadi kota yang aman,nyaman, sejahtera, smart, dan penuh kebersamaan” , kata Genius yang dalam kunjungan mendadak itu ditemani staf khusus kemendesa Febby Datuk Bangso yang dikenal sebagai praktisi dan akademisi pariwisata.

 

Genius menekankan pada  37 SOPD di Kota Pariaman untuk cepat bergerak, benar bertindak, sungguh-sungguh bekerja dan cepat tepat melaksanakan program serta dalam target atau capaian yang jelas terukur.

 

“Visi misi Kota Pariaman adalah fakta. Ia bukan fiksi.  Tiga belas program unggulan yang kita rumuskan kami yakini dan kami harapkan  terealisasi di akhir masa kepemimpinan kami”, ujar Genius menambahkan,” Saya minta OPD melaksanakan 13 program unggulan tersebut sesuai tupoksi masing-masing! “

 

“Kita tak boleh kehilangan waktu !” kata Genius. “ Dengan hati dan semangat berkorban untuk negeri, kita harus wujudkan 13 program unggulan”, tukas Genius.

 

Adapun 13 program unggulan tersebut adalah Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Pembangunan Youth Center, Pembangunan Pusat Pendidikan Al – Qur’an, Pengembangan Pendidikan Agama Non Formal MDA, MDW, dan MDU, Program Pariaman Sejahtera, Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu, Pengembangan Jalan Sisi Timur Pariaman, Pengembangan Water Front City, Kesejahteraan Guru Honor, PAUD, TK, SD, SMP, Kesempatan Kerja Untuk Keluarga Miskin, Revitalisasi PKK.

 

Sementara itu, sebelumnya terdengar suara ‘paradigma lama’. “ Dulu wak karajo santai senyo. Kini yo tapere-pere wak deknyo. HP harus iduik 24 jam. Pak Genius, luar biasa pikiran dan pisiknya. Kerja terus. Terus bekerja. Ibaraik “speed” nan kecepatan awak lari ‘50’ nan  Pak Wali lari ‘200’. Kalau ndak ligat , awak nan jauh tatingga di balakang. Kecepatan Pak Wali, harus ambo ikuti. Ambo yakin, ambo bisa…mudah-mudahan percepatan pembangunan di kota wak ko terwujudkan !”  ujar suara ‘lama’ itu.

Akankah di kota ini akan ada yang ‘melambaikan tangan ke kamera’ karena tak sanggup menyaingi ‘speed’ Pak Walikota? (PJ)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed