MUSIKMusik Tradiosional

ALBUM POP MINANG RANG SIKUMBANG MEMUAT 10 LAGU KARYA PINTO JANIR

Gila, dalam bulan Oktober 2019 ini , Pinto Janir penyanyi lagu Abih Untuang di Wamena yang ia karang bersama Gamawan Fauzi itu mengemas 3 album . Sebanyak 30 lagu dalam 3 album itu adalah lagu-lagu terbaru yang ia ciptakan sekitar 20 hari belakangan ini. Tiga album yang memuat lagu Pinto yang juga dikenal sebagai sastrawan dan wartawan itu adalah Album VCD Abih Untuang di Wamena (lagu Minang paling viral di penghujung 2019) , Jangan Lupa Bahagia di Pariaman dan Album lagu “ Rang Sikumbang”.

“ Saya banyak kenal dengan seniman musik. Tapi melihat proses kreativitas Pinto Janir Sikumbang, saya tak bisa menyembunyikan kagum. Ia sungguh-sungguh seniman super produktif”, ucap Zoel Anggara Sikumbang pimpinan produksi di dampingi produser Jhoem Sikumbang , Selasa 15 Oktober 2019 di studio Datz Record. Kata Zoel, album Rang Sikumbang dalam proses rekaman itu direncanakan memuat 10 lagu Pinto Janir.

Menurut Zoel dan Jhoem, ide produksi Album Rang Sikumbang itu semula diapungkan oleh Pinto Janir di grup WA RSKB 1 (Rang Sikumbang Kito Badunsanak)pada hari Minggu 13 Oktober 2019 . “ Bagi saya, Mak PintoJanir adalah salah seorang seniman kebanggaan Ranah Minang dan juga seniman kebanggaan rang Sikumbang. Ketika ide itu ia apungkan, kami langsung meresponnya dengan menyusun tim produksi. Senin tim produksi terbentuk. Ada Zoel Anggara dan saya Jhoem Sikumbang”, kata Jhoem nan urang Sikumbang asal Payakumbuh.

“ Tujuan Mak Pinto mengapungkan ide produksi album Rang Sikumbang itu adalah untuk menyalurkan bakat-bakat anak kemenakan rang Sikumbang dalam bernyanyi. Bahkan, Mak Pinto juga mengapungkan ide untuk memberikan pelatihan menulis dan jurnalistik bagi anak kemenakan Rang Sikumbang. Tapi, yang pertama kami tangkap adalah ide membuat album lagu ini “, ujar Jhoem.

“ Mak Pinto telah menyebarkan virus kreatif pada kami”, kata Jhoem yang selama ini mengaku hanya bernyanyi sekedar di kamar mandi. “ Hari Selasa pagi saya dan Zoel Anggara langsung menemui Mak Pinto di Padang. Kami mendatanginya di kampungnya di Parakkopi. Rencana kami datang menemui Mak Pinto hanya untuk sekedar memastikan pembuatan album. Tapi begitu kami tiba di rumahnya, ia langsung menggoreskan lirik lagu. Kami terpana, ketika ia mengatakan; kita masuk studio hari ini juga. Ia hubungi studio siang itu juga, ternyata studio Datz Record sedang penuh sampai malam hari”, kata Jhoem.

“ Saya sempat meragukan, apa bisa kita rekaman malam ini? Saya belum hapal lagunya. Lagi pula yang selesai kan hanya baru 2 lirik lagu, satu berjudul Cukuik Kasiah Sampai di Siko dan Badan Tagamang. Apa bisa Mak?” sekali lagi saya bertanya kepada Pinto Janir yang kami panggil mamak ini.
“ Jawab Mak Pinto, tak ada yang tak bisa. Lagu dihapal di studio. Masak, untuk satu nyanyi harus menunggu waktu seminggu pula, begitu kata Mak Pinto”, kata Zoel menyela.

“Sekitar jam delapan malam, kami sampai di studio. Di sana sudah menunggu penata musik Dedi Kencana. Semuanya serba cepat. Lagu yang tadi hanya lirik, dalam waktu 20 menit, di tangan Mak Pinto sudah utuh menjadi lagu. Mulai dari pembuatan sampel, menyusun musik, tik suara, mixing untuk satu lagu itu tak kurang menghabiskan waktu 3 jam menjadi master. Saya juga kaget. Apalagi lagu itu dipercayakan kepada saya untuk menyanyikannya.Lagu pertama, Cukuik Kasiah Sampai di Siko, selesai sekitar pukul 1 dini hari”, ujar Jhoem.

Link lagu Cukuik Kasiah Sampai di Siko : https://www.youtube.com/watch?v=xYLgwRYIVCQ

“ Belum hilang lelah saya, Mak Pinto mulai berkata, ayo Jhoem…lagu kedua lagi. Ha, lagu kedua? “ sekali lagi saya terpana, proses pembuatan irama lagu Badan Tagamang, hanya sekitar 15 menit. Wow? Saya terkejut. Begitu irama selesai oleh Mak Pinto, Dedi Kencana langsung menyusun aransemennya. Sekitar jam 4 pagi, lagu itu tuntas dalam bentuk master”, kata Jhoem.

Link lagu Badan Tagamang:

“ Saya sudah tertidur di studio. Mendadak Mak Pinto membangunkan saya, katanya lagu untuk saya juga sudah selesai. Lagu untuk saya itu berjudul Kalah Cinto Dek Harato. Musiknya bergenre ska dan reggae. Dalam sehari itu, berarti Mak Pinto sudah menciptakan tiga buah lagu, dan kami bangga dapat mengikuti proses penciptaannya”, kata Zoel Anggara.

“Saya lelah. Haris sudah Subuh. Kami bilang ke Mak Pinto supaya proses rekaman ditunda dua hari lagi, biar benar-benar terasa segar”, ujar Zoel.

Kata Zoel, Album Rang Sikumbang ini memuat 10 lagu ciptaan Pinto Janir. Penyanyi anak kemenakan Rang Sikumbang. “ Yang mendaftar banyak, tentu kami harus menyeleksinya dulu”, ujar Zoel. Ia menambahkan, album Rang Sikumbang ini direncanakan sebagai media untuk “menghimpun dana” yang nanti kami rencanakan untuk mendukung kegiatan sosial kita di grup WA RSKB.

Ya, selamat berkarya Rang Sikumbang. Semoga sukses !
(TJ)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close